Beberapa kalimat Tabu Yang Tidak Boleh Diucapkan Orang Tua


mendidik-anak Ayah ibu ku Sayang, Kami Anak-anak mu Banyak Belajar Darimu

Beberapa kalimat Tabu Yang Tidak Boleh Diucapkan Orang Tua – Beberapa tahun yang lalu saya mendapati sebuah koran, kalau tidak salah koran tersebut terbit tahun 2006. Saya tertarik pada satu halaman koran tersebut yang artikelnya mengenai cara didikan ayah dan ibu terhadap anak-anaknya. Karena saya senang berbagi artikel kepada khalayak ramai, jadi saya putuskan untuk menulis ulang isi dari koran tersebut ke web ini.

Jaman sekarang ini banyak sekali peristiwa kekerasan yang terjadi pada anak baik itu dari orang tua sendiri maupun oleh orang lain. Sebagai orang tua, kita harus bisa menjaga anak-anak kita dari tindak kekerasan yang akan menimpa anak kita. Orang tua kita rela mengorbankan apapun untuk anaknya, bukan hanya mengorbankan harta bahkan nyawa sekalipun akan diberikan untuk anak-anaknya. Orang tua mana yang tidak sayang kepada anak-anaknya.

Demi menjadikan anaknya akan berguna kelak, orang tua rela menyekolahkan ke sekolah yang bermutu, mungkin itu hanya sepenggal rasa kasih sayang orang tua yang akan diberikan untuk anak-anaknya.

Berikut ini Beberapa kalimat Tabu Yang Tidak Boleh Diucapkan Orang Tua:

Pengalaman hidup seorang anak itu berasal dari rumah sendiri. Apa yang mereka lakukan diluar rumah merupakan sesuatu apa yang mereka dapatkan didalam rumah, yang di dapat dari orang-orang terdekat yaitu orang tua itu sendiri. Apapun itu, baik tingkah laku, perkataan dan lainnya yang dilakukan oleh orang tua merupakan suatu contoh untuk anak-anaknya dan juga bisa sebaliknya.

Perkataan yang diucapkan orang tua akan membekas kepada anak-anaknya, jika yang diucapkan adalah kata-kata yang baik maka anak pun akan termotivasi untuk bisa berbuat lebih baik lagi, begitu juga sebaliknya jika yang diucapkan kata-kata buruk makan akan berpengaruh terhadap psikologis anak. Disini orang tua merupakan orang yang paling mengerti apapun itu tentang anak-anaknya.

1. “Gara-gara kamu, ayah dan ibu jadi berpisah.” – Perkataan ini akan diucapkan dari orang tua yang sudah bercerai, Bayangkan saja jika perkataan itu keluar dari orang tua untuk anak-anaknya, tentu saja anak akan selalu merasa bersalah sebab tidak ada satupun anak ingin orang tuanya bercerai.

2. “Ibu akan tinggal kamu disini, jika kamu tidak berhenti menangis.” – Pernahkan anda menggunakan perkataan ini agar anak anda menuruti anda? Tahukah anda anak akan merasa takut yang sangat amat ketika akan ditinggal sendiri oleh orang tua? Ada baiknya anda menggunakan kata yang lebih halus lagi seperti: “adek, kalau terus nangis, kita pulang saja yuk“, kemungkinan dengan kalimat yang halus, anak akan menurut pada kita.

3. “Harusnya kamu malu pada diri sendiri.”  – Jika anda mengucapkan kalimat ini dan berharap anak akan merasa bersalah dan jadi penurut justru tidak, anak akan merasa bersalah dan merasa dirinya adalah pecundang. Tidak menutup kemungkinan mereka akan merasa paling bresalah di dunia ini dan bahkan untuk dirinya sendiri, akibatnya adalah percaya diri mereka akan berkurang.

4. “Kami tidak pernah mengharapkanmu.” – Apa yang akan terjadi jika kalimat seperti ini keluar dari mulut orang tua? Bagai disambar petir jika seorang anak ketika mendengar ini, dan bisa jadi kitalah orang tua yang paling kejam didunia. Bagaimana jika kalimat itu muncul dari orang tua kita dan ditujukan kepada kita?

5. “kenapa sih, tidak pernah seperti adikmu.?” – Janganlah anda para orang tua membandingkan anak-anak anda, karena hal ini dapat menimbulkan persaingan yang tidak sehat. Anak kita mempunyai pribadi yang unik jadi terimalah mereka anak-anak anda dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Kalimat ini juga dapat menjadi bumerang bagi anak yang dapat mengandung makna bahwa anak tidak lebih baik, tidak lebih pintar dan tidak lebih cakap dari saudaranya.

6. “Pokoknya kerjakan seperti apa kata ibu”. – Perkataan seperti ini kesannya anak kita tak tahu apa2 dan hal ini akan mengakibatkan timbulnya kebencian pada anak kita. Akan lain jika anda menyampaikan dengan kalimat yang simpatik.

7. “Sini biar ibu saja yang kerjakan”. –  jika perkataan ini sering dilakukan ketika anak tidak dapat melakukan sesuatu dan sedang dalam kesulitan, hal ini sama halnya menimbulkan rasa tidak mampu dan tidak berdaya pada diri anak itu. Jika terus menerus dibiarkan seperti ini, orang tua akan menimbulkan pekerjaan yang baru untuk orang tua sendiri.

Dalam bukunya, AA Gym mengungkapkan mulut manusia tak ubahnya bagai mulut ceret. Jika yang keluar dari ceret itu air puti makan yg ada didalam ceret itu adalah air puti, jika yang keluar dari ceret adalah susu maka didalam ceret itu pasti susu.

Tidak berbeda dengan manusia, jika yang keluar perkataan baik, maka dalam hati manusia tersebut adalah hal yang baik, dan sebaliknya jika yang keluar perkataan yang buru, maka hati manusia itu adalah hal yang buruk. Itulah sebabnya kenapa orang tua menjadi contoh untuk anak-anaknya.

Sebagai orang tua, ada baiknya kita lebih banyak belajar untuk menjadi orang tua yang baik untuk anak-anaknya. Jadikan anak kita tidak meniru kelakuan buruk kita para orang tua nya.

2006 Januari, Koran CERDAS

Advertisements

Tulis Komentar Anda di bawah ini:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s